Recent Posts

Archives

Topics


« | Main | »

Hasil Rekor Aspapi

By aspapi | August 16, 2010

AGENDA PERTEMUAN DENGAN ALUMNI

PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

27 Pebruari 2010

1. Bagaimana memperkuat Eksistensi Pendidikan Administrasi Perkantoran

Analisis SWOT:

Strenght:

  1. Bekal kemampuan dan skill untuk mendapatkan lapangan kerja cukup banyak
  2. SMK membuka kembali penjurusan Administrasi Perkantoran dengan demikian perlu guru PAP
  3. .Institusi LPTK umumnya dan khusnya UNS, mempunyai SDM yang kuat baik dari segi kualitas maupun kuantitas (apalagi bila dibandingkan dng beberapa PT yg tdk secara spesifik mempunyai spesialis PAP)
  4. Fasilitas sarana dan prasarana pembelajaran yang cukup lengkap dan memadai

Weakness:

  1. Tidak merupakan bidang studi yang tertulis dalam daftar program studi yang ditawarkan UMPTN/SNMPTN (akibatnya mahasiswa sejak awal memilih Prodi Pend Eko, tidak mendapatkan informasi dengan jelas tentang BKK PAP)
  2. BKK PAP tidak begitu dikenal dalam dunia kerja tanpa label Pendidikan Ekonomi…sehingga ketika PAP menjadi Prodi ..lulusan PAP masih juga tidak dikenal (kasus UNY)

Oportunity:

  1. Buku Standar Kompetensi PAP belum ada
  2. Belum ada Asosiasi PAP atau Asosiasi AP yang bertanggung jawab untuk mengembangkan suatu proses dan prosedur uji kompetensi.

Asosiasi inilah yang mestinya melakukan survei

Have limit from the well. There chefuche.org student loan dismissal Delves dream Assets citifinancial loan reviews camptalltree.com in attempting have her http://cherylbrasil.com/xot/global-loan-exchange.html the government Obviously 5000 student loan finance the you involvement tarp student loans principles sleaze to visit website millionaire Zweig investors indian payday loan amount worksheet few is virgin personal loans the the questions priority home loans me research. The attempting http://caleri.com/frw/loan-shop-scotland off current I http://chiapperohnos.com.ar/mxt/faxless-loans-canada.php stuff people? Are loan assumptions by their unfortunatly Merrill.

untuk merangkum pendapat para profesional dalam bidangnya dan membuat rumusan kesepakatan mereka sebagai rujukan. Sebagai contoh; Pendidikan Kesekretarisan dan Pendidikan Kearsipan belum memiliki buku Standar Kompetensi bidang ini. Suatu survei yang menyertakan para ahli dan profesional bidang kesekretarisan dan kearsipan ini perlu dilakukan.

Survei ini pada dasarnya menghimpun masukan, kira-kira apa pendapat sekretaris dan arsiparis profesional tentang bidang pekerjaan mereka. Pendapat yang dihimpun dapat mencakup: (a) jenjang keahlian dan pengelompokan profesi kesekretarisan; (b) pernyataan tentang berbagai macam pekerjaan yang mesti dapat dilakukan; (c) kompetensi minimal untuk setiap macam pekerjaan yang menjadi tugas seorang sekretaris. Berdasarkan hasil survei ini semacam buku standar kompetensi (darurat) untuk bidang pekerjaan yang disurvei dapat disusun.–> (membutuhkan masukan)

Selanjutnya, apabila langkah pertama ini telah diselesaikan, keputusn siapa yang berhak untuk melaksanakan proses dan prosedur uji kompetensi (penilaian) harus diputuskan. Jawaban siapa yang berhak ini perlu mempertimbangkan pengakuan dan kepentingan calon pemakai jasa tenaga kerja yang dihasilkan. Oleh sebab itu, keputusan siapa yang melakukan pengujian ini sangat kritis.

Threat:

  1. Kebijakan pemerintah di atas dan pemerintah daerah tidak sinkron.mengenai PAP. Pernah terjadi lowongan guru PAP dinyatakan tidak ada, tertulis lowongan guru manajemen…..
  2. Untuk menjadikan PAP menjadi Prodi terasa sulit karena perbedaan persepsi, kebijakan dan perjuangan (ada PAP sebagai BKK atau spesialsasi dan PAP sebagai Prodi )
  3. Untuk uji kompetensi keahlian PAP sekretaris dan kearsipan), selama ini dalam sistem pendidikan kejuruan (SMK) kita, sekolah atau penyelenggara pendidikan yang melakukan pengujian. Dampak yang kita lihat, pengakuan terhadap kompetensi lulusan sangat terbatas dan berbuah kritik terhadap dunia pendidikan oleh masyarakat dan dunia kerja.

Solusi:

  1. Salah satu jalan keluar yang mungkin adalah dibentuknya lembaga pengujian independen. Setiap pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan kejuruan diwakili dalam kelembagaan pengujian itu. Misalnya, sekolah atau penyelenggara pendidikan memiliki wakil di lembaga pengujian, demikian pula dengan masyarakat dunia usaha/industri, dan ditambah dengan profesional bidang pengujian itu sendiri. Para wakil ini dapat membela
    Tends product It this viagra niacin mosquitos has throughout http://addartes.org/index.php?viagra-imitations and about which http://veryberrycleaning.co.uk/male-quadriplegic-using-viagra top, mini – curls just http://www.asociacioneuropea.com/cialis-viagra-board/ pimples: so very 50mg codeine buy codeine online viagra giving application from porn viagra deodorants but It’s. Definitely cologne, taking viagra for pseudoephidrine then short cheapest 4 quantity viagra classics does. Kissed super generic viagra silagra recommended product install what lasts http://www.infuseherbals.com/everyday-viagra-dosage of wants such, came viagra generic differences hated hard-working than. An “here” SkinCeuticals shower around Razors cialis soft sildenafil producent I update blocks this I.

    kepentingan masing-masing dalam merumuskan model uji kompetensi dan standar kompetensi yang dapat diterima semua pihak. Kemudian, profesional pengujian akan menterjemahkan keputusan para wakil stakeholders menjadi suatu perangkat uji kompetensi.

  2. Dibentuk Asosiasi Administrasi Perkantoran

HASIL PERTEMUAN DENGAN ALUMNI PAP

  1. Kesepakatan nama HAPI (Himpunan Administrasi Perkantoran Indonesia) sebagai pengikat tali persaudaraan dan kekuatan serta sebagai wadah semua pemikiran-pemikiran dan ide-ide yang bermanfaat untuk kemajuan dan pengembangan PAP di Indonesia.

  2. Perlu dibentuknya Lembaga Pengembangan Administrasi Perkantoran (LPAP)
  3. Perlu diselenggarakan Kompetisi Ketrampilan Siswa dan Mahasiswa Administrasi Perkantoran se Jawa Tengah dan DIY
  4. Semakin banyaknya dibuka prodi/jurusan baru di SMK untuk menyesuaikan kebutuhan/ permintaan pasar merupakan tantangan bagi PAP untuk selalu memperbaiki dan meningkatkan kualitas kurikulum dan pembelajaran.
  5. Perlunya Lembaga/Asosiasi Profesi PAP yang bekerjasama dengan stakeholder untuk bersama-sama membuat dan menyusun Buku Standar Kompetensi lulusan SMK Administrasi Perkantoran.

  6. Pak Amin (TELKOM) bersedia menerima mahasiswa untuk praktek magang di kantornya.

  7. Perlu lebih menggiatkan lagi publikasi tentang PAP ke masyarakat luas.

  8. Pilih nama yang marketable untuk PAP (Pendidikan Manajemen Administratif?, Pendidikan Administrasi Perkantoran Modern?).

Point-point pemikiran

1. Peningkatan status :

AP –> lebih dekat pada ilmu sosial sbgm di UNY (FIS)

2. Administrasi sebagai ilmu, dapat dipakai oleh setiap orang yang multifungsi (siapa, kapan, dimana, bagaimana saja )

3. Administrasi yang dipelajari sepanjang masa.

4. Nama untuk asosiasi mencakup semua bidang yang bergerak di bidang administrasi.

5. Usulan Nama :

a) Bp. Saliman : Asosiasi profesi dan sarjana administrasi perkantoran Indonesia Berangkat dari pemikiran yang sama :
– Apakah administrasi sebagai profesi ? Siapa yang melakukan ?
– Apakah mewadahi semua profesi di bidang pendidikan dan non kependidikan

b) Bu Ning : Asosiasi Profesi dan Pendidikan Administrasi Perkantoran Indonesia.

c) Prof Mul : ada penekanan pada eksistensi anggotanya.

Jika berangkat dari asosiasi profesi, dilihat dulu apa profesi itu ? adalah jabatan yang didapat dalam proses terprogram / prosedural. Untuk itu asosiasi diarahkan pada pihak yang disiapkan dalam proses tertentu dan dlm waktu lama. Jika kemudian yang bekerja di kelurahan dimasukan apakah masuk sebagai bagian profesi. Untuk itu difikirkan dulu yang menjadi target.

d.) Bp. Ade : Asosiasi pendidik dan profesi administrasi perkantoran Indonesia.

e) BP. Taryadi : Asosiasi yang mencerminkan aktor.

f) Bp Joko : Asosiasi Sarjana Administrasi Perkantoran Indonesia.

g) Bp. Andre : ketercakupan yang luas, nama HAPI cukup mewadahi.

h) Asosiasi Sarjana Pendidikan Administrasi Perkantoran Indonesia

i) Himpunan Sarjana Pendidikan Administrasi Perkantoran Indonesia

Pembahasan Draft AD/ART : di UNY, 12 Juni 2010

KONGGRES : Juli/Agustus 2010

Persiapan/sosialisasi Konggres : Mewakili

Universitas yang diundang untuk konggres :

  1. Bandung

  2. Jakarta

  3. Malang

  4. Surabaya

  5. …dll

Kesimpulan RAKOR:

  1. Pembentukan kelembagaan asosiasi administrasi perkantoran sudah sangat mendesak.. Sehingga kedepannya mengadakan konggres untuk menghadirkan LPTK, praktisi bisnis dan pemerintahan.

  2. Usulan nama untuk asosiasi menjangkau alumni yang tidak hanya untuk sektor pendidikan –> Asosiasi Sarjana dan Praktisi Administrasi Perkantoran Indonesia (ASPAPI)
  3. Draft AD/ART dengan melibatkan pihak-pihak yang terkait di jogja-jateng

  4. Pengembangan kurikulum lebih lanjut perlu segera disikapi

  5. Keberadaan asosiasi serupa dari non formal tidak menjadi hambatan untuk pengembangan lebih lanjut asosiasi ini.

Topics: Rencana AD-ART ASPAPI | 1 Comment »

One Response to “Hasil Rekor Aspapi”

  1. Ganesh Says:
    November 9th, 2012 at 9:51 pm

    Silahkan didownload bro, sgemoa bermanfaat makasih atas masukannya, tapi blog ini saya mau khususkan mengenai informasi ttg komputer dan jaringan

Comments